Buat Bunda, Ini 5 Tips Agar Anak Menjadi Pintar di Sekolah

Tiap orang tua tentu ingin mengajar buah hatinya agar tumbuh menjadi pribadi yang pintar. Bermacam-macam metode menjadikan si kecil pandai dilakukan oleh orang tua agar si kecil jadi trampil di sekolah dan berprestasi. Harapannya, dengan mempunyai kepintaran yang nampak, si kecil dapat menjadi orang yang sukses ketika ia dewasa.

Ada banyak sistem mendidik anak agar menjadi terampil yang dapat Ibu praktikkan. Ibu dapat mencari tahu sistem mengajar anak yang bagus dan benar berdasarkan ahli pendidikan di sini. Selain itu, Ibu juga perlu mengetahui bagaimana sikap yang wajib dimiliki orang tua di kala mendidik buah hati.

Walaupun demikian, upaya mengajar anak menjadi jago tidak selalu gampang. Ada sejumlah unsur yang dapat menghambat perkembangan kepintaran si kecil di sekolah. Buah hati perlu mengerjakan kegiatan lahiriah secara cukup. Terlalu banyak berdiam di dalam rumah dapat berimbas kurang bagus bagi perkembangan kepintaran anak.

Penting untuk melatih kesanggupan motoriknya, banyak beraktivitas fisik juga dapat menyokong perkembangan otak yang sehat dan cerdas. Dukung anak dalam beraktivitas fisik, seperti misalnya bermain di luar ruangan bersama teman-temannya.

Berikut ini adalah 5 cara agar si kecil jadi terampil di sekolah:

Biasakan buah hati membaca buku

Anak membaca buku
tribunnews.com

Kemampuan membaca yang baik adalah salah satu modal untuk meningkatkan kepintaran si kecil. Anak yang mempunyai kemampuan literasi atau membaca yang bagus dapat lebih berprestasi di sekolah dan kapabel bersaing secara global. Salah satu cara yang dapat ibu lakukan untuk membangun kegemaran membaca pada si kecil yaitu dengan rajin membacakan cerita dari buku atau mengantarnya membaca buku.

Ajarkan disiplin diri

Dalam buku berjudul The Power of Habit: Why We Do What We Do in Life and Business oleh Charles Duhigg, diceritakan si kecil dengan disiplin diri yang baik lebih berpeluang sukses di masa depan daripada si kecil dengan IQ tinggi. Salah satu sebabnya adalah, si kecil yang mempunyai disiplin diri lebih mampu mengontrol emosinya secara sehat, bisa bersikap bertanggung jawab, mempunyai kesabaran, dan tahu kapan semestinya membikin opsi/keputusan yang benar.

Latih pola berpikir optimistis

theasianparent.com

Menurut pakar sosiologi yang juga penulis buku Raising Happiness, Christine Carter PhD, optimisme erat kaitannya dengan kebahagiaan. Hati yang mampu memperhatikan sisi positif dari tiap peristiwa lebih terlindungi dari depresi saat mereka via masa pubertas. Kecuali itu, si kecil yang optimistis cenderung lebih berhasil dalam berprestasi di sekolah, pekerjaan, dan olahraga.

Bentuk lingkungan yang kondusif

Kerja belajar anak benar-benar bertumpu pada stimulus yang dia terima. Kian banyak rangsang yang diterima buah hati, perkembangan kemahirannya akan berlangsung optimal. Dalam memberikan stimulasi yang cukup, Ibu juga perlu menjadikan suasana kondusif, seperti menyenangkan dan tak memaksa.

Relasi yang positif antara Ibu dengan dengan anak juga akan membuatnya merasa aman dan disayangi. Anak malahan lebih percaya diri untuk belajar dan memaksimalkan ketrampilannya. Biarkan dia melakukan permainan kesukaannya, selama itu masih positif. Seperti anak perempuan yang suka main masak-masakan, atau anak laki-laki lebih suka main musik, Ibu bisa mengajarinya cara belajar bermain gitar, atau piano.

Cukupi keperluan tidur buah hati

kumparan.com

Hal lain yang tidak kalah penting agar buah hati jago adalah waktu tidur yang cukup. Tidur dapat memengaruhi tenaga ingat, kreativitas, dan kecakapan memecahkan permasalahan. Si yang kurang tidur akan lebih susah berkonsentrasi dan menyerap kabar. Si umur prasekolah (4-6 tahun) perlu tidur sebanyak 11-13 jam per hari. Kecil umur sekolah (7-12 tahun) perlu tidur 10-11 jam per hari.

Tidak kalah penting untuk Ibu kenal adalah upaya supaya anak jadi terampil di sekolah tidak selalu berjalan mulus cocok keinginan. Ada kalanya anak mengalami kesulitan dalam belajar, bagus di rumah maupun di sekolah.
Tidak perlu kuatir atau memarahi si kecil, Ibu. Tanyakan apa kendala yang dihadapi, lalu tolong si kecil memecahkan kendala tersebut.

Katakan juga terhadap buah hati agar ia tidak ragu bertanya tiap kali menghadapi kesulitan. Dengan bertanya, si kecil tak akan tenggelam dalam kesusahan sendiri. Dia akan mendapat bantuan dari Ibu dan guru-gurunya di sekolah. Berani bertanya yaitu salah satu sistem menjadi si kecil terampil. Selamat mensupport anak berhasil di sekolah, Ibu.

Leave a Comment