Makna Dari Kehidupan Kita Di Dunia Ini

Makna Kehidupan

Beberapa orang mungkin menanyakan; apakah makna kehidupan ini? Kalaupun kita periksa bakal ada banyak jawaban untuk satu pertanyaan ini. Beberapa menjawab, jika kehidupan yaitu uang. Hingga tiap-tiap detik hidup ini yang dicari yaitu uang. Mempunyai arti jikalau ia tak miliki uang, seakan-akan kehidupannya udah hilang. Beberapa kembali menjawab, jika kehidupan yaitu posisi. Hingga tiap-tiap detik yang dicari yaitu posisi. Beberapa kembali melihat jika kehidupan yaitu peluang untuk bersenang-senang. Jadi untuk grup ini kesenangan duniawi yaitu arah pokok yang dicari-cari.

Saudaraku –semoga Allah merahmatimu– kehidupan ini yaitu suatu peluang yang begitu mempunyai nilai untuk kita. Jangan lantas kita sia-siakan kehidupan dalam dunia ini untuk suatu hal yang tak jelas serta bakal pupus. Kesenangan dunia ini juga kalaupun pengen kita pikirkan dengan baik, jadi tidak lama. Sesaat saja, tidakkah demikian?

Terus apakah yang penting kita melakukan dalam dunia ini? Suatu pertanyaan menarik. Suatu pertanyaan yang bakal kita dapatkan jawabannya dalam al-Qur’an. Jangan sampai salah pengertian dulu… Jangan sampai dikira jika itu mempunyai arti tiap-tiap detik kita mesti ada di masjid, atau tiap-tiap detik kita mesti membaca al-Qur’an, atau tiap-tiap hari kita mesti berpuasa, sekalipun bukan demikian… Beribadah, termasuk semua perkataan serta tindakan yang di cintai oleh Allah. Allah tak mendambakan kita tiap-tiap detik ada di masjid. Allah ikut tak mendambakan kita tiap-tiap detik membaca al-Qur’an. Semua beribadah itu ada saatnya. Yang terutama untuk kita yaitu lakukan apakah yang Allah kasihi bagaimana juga situasi kita serta dimana juga kita ada.

Diantara masalah yang dituntut pada diri kita yaitu terus-menerus mengingat Allah, seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu orang yang banyak berdzikir serta mengingat Allah dalam semua keadaan. Ibnu Taimiyah sempat mengungkap, “Dzikir untuk hati laksana air untuk ikan. Terus apakah yang bakal berlangsung pada seekor ikan kalau dia dikeluarkan dari air?”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bahkan juga mengemukakan, “Perumpamaan orang yang mengingat Allah dengan orang yang tak mengingat Allah yaitu seperti perumpamaan orang yang hidup dengan orang yang mati.” (HR. Bukhari)

Dengan mengingat Allah, jadi kita bakal waspada dalam melakukan hidup ini. Sebab Allah terus-menerus memperhatikan kita serta paham apakah yang kita katakan, apakah yang kita melakukan, dimana juga serta kapan juga. Tak ada yang tersembunyi dari-Nya masalah sekecil apa pun. Berikut ini yang setidaknya terus-menerus kita berikan dalam hati kita. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallamberpesan, “Bertakwalah pada Allah di mana juga kamu ada.” (HR. Tirmidzi). Kita mesti bertakwa pada Allah baik disaat ada dalam rumah, di jalan, di universitas, di pasar atau dimana juga kita ada, disaat bersama-sama orang atau disaat bersendirian.

Berubah menjadi orang yang bertakwa itu bagaimana? Saudaraku –semoga Allah menunjuki kita– ketakwaan itu bakal dicapai pada saat kita terus-menerus mengingat ada hari pembalasan serta bersiap-siap untuk menghadangnya dengan menjalankan ajaran-ajaran-Nya. Seperti yang dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu jika takwa yaitu, “Rasa takut pada Allah, beramal dengan wahyu yang di turunkan, serta bersiap-siap menyongsong hari kiamat.” Allahu a’lam.

baca juga kata-kata bijak dalam kehidupan

Leave a Comment